h1

Ke mana pergi nya?

7, March 2012

di kala bersendirian menyusuri jajaran lebuhraya merentasi banjaran titiwangsa, bertalu2 cerita berselang seli bermain di kotak fikiran, bercampur baur suka duka serta selingan pelbagai kisah misteri lebuhraya.

peneman hanyalah celoteh dan lagu berkumandang di radio. bila letih mendengar mereka, berbalik pula kepada bunyi2 biasa dari zaman silam.

dan ketika menghayati bait2 puisi ini, hati tertanya2, kemanakah pergi nya ?

———————————————-

Episode Cinta Yang Hilang

Ke manakah akan kucari lagi
butir-butir cintaku yang lama kubuang?
Apakah pada gelombang lautan
atau hiruk pikuk jalanan?
Semua sungai ingin kususuri,
semua bukit akan kudaki,
semua padang belantara akan kutembus
Harus kutemukan lagi sebutir cintaku yang hilang
ditelan dusta kemarau panjang

Kapankah akan kudengar lagi
nyanyian angin dan denting gitarmu?
Apakah pada pancaran rembulan
atau tubuh-tubuh panas jalanan?
Semua bumi ingin kujejaki,
semua langit akan kudaki,
semua bintang-bintang akan kutembus
Harusku temukan lagi sebutir cintaku yang hilang
Ditelan dusta kemarau panjang

[Abid Ghoffar Aboe Dja’far, 1979, Camellia I]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: