h1

di puncak

20, April 2010



tiada hiruk pikuk

tiada simpang siur

tiada ganggu gugat

tiada dendam kesumat

menanti hujan turun

untuk tumbuh lagi.

2 comments

  1. tiada dendam kesumat
    tiada pijar amarah
    tiada duka dan yang mengalir
    hanyalah lowong angin
    berpusu pusu di bawah kolong langit

    Tuhan,
    tidak tahu aku
    bagaimana untuk mengucap terima kasih
    kepada-Mu, kerana

    meleretkan pesona ini
    tak henti henti.


  2. alhamdulillah !



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: