h1

sentul pasar dalam

15, October 2008

ketika musim kering hampir berlalu, gelap malam semakin cepat menghalau siang dan makin lembab berangkat pergi di pagi hari. air di kali tidak lagi panas suam2 kuku dikala pagi, menandakan suis pemanas air perlu di buka sekarang untuk bermandi manda dipagi hari.

namun hari yg datang, bersemarak bercahaya, limpah rahmat yg Maha Mulia. semua bagaikan mengikut rentak tari mistikal penuh senada berirama. tiada yg janggal. 

ceria dan gumbira menambahkan seri hari. syukur nikmat dianugerahi tanpa henti. syukur lagi dan lagi. muga terusan begini tiada lara keciwa atau prasangka yg hanya menambah siksa di jiwa. 

masa terus berlalu tanpa ada lampu isyarah yg bisa menghentikan detik waktu. detik demi detik semakin menyingkatkan kehidupan dialam fana ini. detik demi detik semakin hampir pada titik noktah terakhir kehidupan yg pasti tiba. tanpa sangsi tanpa ragu, ianya pasti dan pasti. singkat hidup bagaikan diantara azan dan  qamat, hanya 25 minit. titik. apa yg mungkin di buat sesingkat itu ?

peluk lah, dakap lah, genggam lah dan gigit lah segala nikmat yg diberi cuma pinjaman hari ini. esuk mungkin diminta kembali. ketika itu redha dan redha lah. aku dan kamu saling meredhai. kerana kita tidak punya apa2 sebenarnya, kosong tangan kosong dada, hanya nikmat sebentar sebagai pinjaman jangka pendek. mungkin 60 – 70 tahun sahaja.

peganglah, genggamlah kesahihan iman yg luhur murni dan amal penuh kesolehan tanpa ada ragu dan haru biru…

dunia banyak menipu !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: