h1

lolong

20, February 2007

oleh: Abdul Gafar Abdullah

 

Jembatan batu di sebelahku diam

Pancuran bambu kecil memercikkan air

Menghempas di atas batu hitam

Merintih menikam sepi pagi

Pucuk-pucuk cemara

Bergoyang-goyang

Diterpa angin dingin

Bukit ini

Seperti mengisyaratkan doa

Rahasia alam diam di sekitarnya

Di sini pun aku mencari Engkau

Setiap kali ku panggili namaMu

Namun selalu saja

Hanya gema suaraku

Yang terdengar rindu

Gadis manis duduk di sebelahku

Menyematkan kembang di saku bajuku

Dan bercerita tentang sepasang burung

Yang bercumbu di atas dahan

Tetapi sepi tetap bergayut di dada

Selalu ku teriakkan kata “Di mana?”

Tetapi rindu tetap bergayut di dada

Selalu ku teriakkan kata “Di mana?”

Ketika pulang aku turun ke kali

Dan berkaca di atas air

kulihat wajahku letih dan tua

Tapi aku berusaha tertawa

Anggap hidup hanya sandiwara

Yang kan berakhir segera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: